“Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya.” Soe Hok Gie

Selayaknya travel and tour organizer / trip organizer / event organizer atau apapun sebutan yang mengkategorisasikannya. Filosantara sebagai sebuah tim kerja, mengedepankan profesionalitas dalam bidang pekerjaan ini. Kami akan selalu berusaha memberikan anda pelayanan terbaik dari yang kami punya. Melalui kemampuan, pengalaman yang kami miliki serta semangat yang kami tanamkan dalam komitmen kerja, kami ingin anda merasa nyaman berjalan bersama kami. Setiap perjalanan, kemanapun, tidak akan pernah sama, karena bagi kami setiap perjalanan adalah sebuah pengalaman baru. Bersama anda, kami ingin berjalan bukan sekedar melangkah, bahagia bukan sekedar tertawa, bahkan tidur tidak sekedar memejamkan mata. Kami ingin setiap momen melahirkan rasa yang memudarkan garis-garis batas di antara manusia; hierarki sosial, budaya, harta dan tahta yang selama ini terkadang menjadi tembok di antara manusia. Kami ingin menjadi saudara bagi semua makhluk seantero Nusantara. Our philosophy is that, as we travel we are also able to make a difference around the country.

Filo dalam bahasa Yunani adalah Philo, artinya cinta. Kenapa harus cinta? Kata ini mungkin absurd dan sulit dijelaskan dengan kata-kata, dan hanya dengan mengalaminya kita dapat memahami rasanya jatuh cinta. Begitu halnya dengan traveling, tidak cukup hanya melihat foto atau mendengar cerita, maka kitapun harus mengalaminya. Perihal yang dapat kita saksikan, taveling itu seperti menonton film, maka dengan ini kita mendapatkan full version tanpa sensor. Traveling adalah untuk membuka hati dan mata, melihat dunia lebih dari yang televisi tayangkan.

Dalam traveling kita membawa sedikit kemampuan yang kita punya di hadapan ruang baru yang lebih besar dan mungkin pula tidak kita kenal, menemukan kondisi berbeda dari yang biasa kita temukan. Merasakan kembali menjadi anak kecil waktu kita masih bodoh, seperti tidak mengenal apa-apa dan belajar untuk survive. That is why we travel to lose then to find ourselves. Dan meskipun kita punya bakat melupakan, momen-momen yang tercipta akan menjadi hal sulit. Traveing seperti halnya move on, terus berjalan tanpa pernah melupakan.

Dan jika traveling adalah seperti cinta, keterbatasan dan kesederhanaan dalam setiap perjalanan dapat menjadi alasan untuk berbahagia bahkan terkadang, kita dapat mencicipi manisnya rasa pahit. That is why the best trips, like the best love affairs, never really end.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *