Telaga Warna

Open trip jelajah Dataran Tinggi Dieng. Siapa yang tidak pernah mendengar Dataran Tinggi Dieng? Negeri atas awan yang matahari terbitnya dijuluki Golden Sunrise, jejak-jejak peradaban masa lampau yang tercatat melalui candi-candi bersejarahnya, fenomena anak-anak rambut gimba. Serta aktivitas alam yang tidak kalah sibuk dari warganya yang bertani kentang di ladang. Mungkin saja, Dataran Tinggi Dieng terlalu unik untuk tidak Anda ketahui atau bahkan kunjungi.

Secara administrative Dataran Tinggi Dieng terletak di wilayah Kab. Wonosobo dan Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Dapat diakses melalui Wonsobo atau Pekalongan jika ingin melalui Banjarnegara. Tidak lebih jauh dari jarak Jakarta – Yogyakarta, serta mulai adanya akses jalan tol dari Jakarta hingga Brebes yang tidak terputus sangat mempersingkat waktu perjalanan darat ke Dataran Tinggi Dieng.

Negeri di Atas Awan
Lebih dari sekedar jalan-jalan, mengunjungi Dataran Tinggi Dieng juga sekaligus menengok catatan sejarah adanya beradaban Hindu di Pulau Jawa. Dataran Tinggi Dieng berada di ketinggian berkisar 2000an mdpl. Dieng berasal dari kata “Di Hyang” yang artinya tempat yang tinggi, tempat bersemayamnya para dewa yang dibuktikan dari adanya candi-candi yang dibangun di abad ke 8 pada masa kerajaan Mataram kuno. Candi-candi ini menurut fungsinya diperuntukan sebagai tempat beribadah, untuk memuliakan Dewa Siwa. Warga setempat memberi nama candi-candi di Dataran Tinggi Dieng sesuai dengan tokoh pewayangan Mahabharata.

Anak Rambut Gembel
“Anak berambut gembel adalah anak bajang titisan Eyang Agung Kaladate dan Nini Ronce selaku leluhur warga suku Dieng. Karena dianggap titisan dewa itulah, maka anak berambut gembel tidak boleh dipotong rambutnya secara sembrono (asal). Jika rambut anak gembel dipotong tidak melalui acara ritual yang khusus, maka si anak akan jatuh sakit dan dipercaya akan mendatangkan bencana bagi keluarganya.” Mbah Naryono. Upacara pemotongan rambut gimbal biasanya dilaksanakan pada saat Dieng Culture Festival pada bulan Agustus di setiap tahunnya.

Kawasan Vulkanik Aktif
Jika Amerika punya Yellowstone, maka Indonesia punya Dataran Tinggi Dieng. Wilayah Dataran Tinggi Dieng sendiri sebenarnya merupakan kawasan vulkanik aktif. Dengan kata lain Kawasan ini merupakan kaldera gunung berapi dengan gunung-gunung tinggi di sekitarnya sebagai penutup di sisinya. Setidaknya ada 8 kawah aktif yang terus dalam pemantauan yaitu Kawah Candradimuka, Kawah Sibanteng, Kawah Siglagah, Kawah Sikendang, Kawah Sikidang, Kawah Sileri, Kawah Sinila, dan Kawah Timbang. Sungguh sebuah fenomena kehidupan bahwa suatu masyarakat dapat tinggal di kawasan vulkanik aktif. Masih ingat kejadian 20 Februari 1979? Dimana 179 warga tewas dan ternak mati, Kawah Sinila meletus di pagi hari setelah terjadi gempa. Warga yang berlarian keluar rumah terperangkap gas beracun yang menyebar hingga ke pemukiman warga. Di sisi lain, bahaya yang mengancam dari aktivitas vulkanik yang tinggi itu membuat tanah menjadi subur dan menghasilkan banyak penghidupan bagi warga Dieng.

Salju musim kemarau “Mbun Upas”
Dataran Tinggi Dieng yang berada di ketinggian rata-rata 2000 meter di atas permukaan laut membuat suhu di sana sangat dingin, normalnya 12⁰-20⁰ C pada siang hari dan 6⁰-10⁰ C pada malam hari. Di musim kemarau suhu bisa mencapai 0⁰ atau bahan minus derajat Celsius, ditandai dengan munculnya butiran-butiran es di pagi hari sekitar bulan Juli-Agustus. Warga Dataran Tinggi Dieng menyebutnya sebagi Mbun Upas atau embun racun. Mereka menganggap fenomena ini sebagai bencana untuk tanaman tani mereka, karna merusak tanaman dan menjadikannya kering menurunkan hasil panen.

Dataran Tinggi Dieng, dengan segala cerita serta legendanya, mungkin terlalu unik untuk tidak Anda ketahui dan kunjungi. Have your moment here!

[tg_accordion title=”ITINERARY” icon=”” close=”1″]

ITINERARY
DAY 1
xx.xx – 21.00 : Berkumpul di meeting point Cawang Jakarta
21.00 – xx.xx : Perjalanan menuju Dataran Tinggi Dieng
DAY 2
xx.xx – 09.00 : Perkiraan tiba di Dieng, Wonosobo
09.00 – 12.00 : Check in homestay, bersih-bersih dan makan siang
12.00 – 13.00 : Tour Candi Arjuna & Gatotkaca
13.00 – 15.00 : Tour Dieng Plateau Theater
15.00 – 17.00 : Tour Batu Ratapan Angin & Telaga Warna
17.00 – xx.xx : Kembali ke homestay, makan malam, acara bebas, istirahat
DAY 3
xx.xx – 03.00 : Bangun, persiapan sunrise Sikunir
03.00 – 06.00 : Tour Sikunir Sunrise (trekking 30 – 60 menit)
06.00 – 07.00 : Sarapan di sekitar Telaga Cebong (exclude package)
07.00 – 10.00 : Tour Kawah Sikidang & Candi Bima
11.00 – 12.00 : Check out homestay & makan siang
12.00 – 12.30 : Tour Mata Air Sakral Dieng; Tuk Bima Lukar
12.30 – 13.00 : Oleh-oleh dan Mie Ongklok (optional)
13.00 – xx.xx : Perjalanan pulang Jakarta, estimasi waktu tempuh 12 jam perjalanan.

**Itinerary dapat berubah sesuai kondisi dan situasi di lapangan

[/tg_accordion]
[tg_accordion title=”INFORMASI TRIP” icon=”” close=”1″]

Memudahkan manajemen perjalanan, kami telah merancang perjalanan dengan rincian iuran trip sebesar Rp 625.000,- dengan minimal kuota 16 peserta. Maksimal 18 peserta. Sudah termasuk:
* Transportasi selama trip dengan minibus elf AC long chasis
* Driver, BBM, TOL, Parkir
* Retribusi wisata semua tempat
* Homestay rumah dengan air panas
* Makan 3x
* P3K tim
* Guide dari Filosantara
* Souvenir Filosantara

Exclude:
* Pengeluaran pribadi lainnya di luar package
* Tips crew; Guide/Driver seikhlasnya

[/tg_accordion]

[tg_accordion title=”KETENTUAN” icon=”” close=”1″]

Pembayaran bisa transfer via:
Cabang Kota Wisata, No.Rek 5725085581 an. Argatyas Asmoro
Cabang UI Depok, No.Rek 0178346809 an. Andri Septian

Transfer bisa secara full sejumlah biaya trip, atau DP terlebih dahulu sejumlah Rp 300.000,-, namun harus sudah dilunasi maksimal H-7 keberangkatan open trip. Kalau sudah transfer bisa langsung kirimkan bukti transfernya beserta pic KTP melalui whatsapp ke kontak atau email ke filosantara@outlook.com

Selanjutnya, kita punya semacam perjanjian mengenai pembayaran:
1. Jika kalian mundur/batal sebelum hari H, maka biaya yang sudah ditransfer tidak dapat dikembalikan, tetapi bisa diganti dengan peserta lain.
2. Jika kalian mundur/batal pada hari H, maka biaya yang sudah ditransfer tidak dapat dikembalikan dan dianggap hangus (tidak bisa diganti dengan peserta lain).
3. Jika ada Force Majeure seperti bencana alam, kebijakan pemerintah, perang, dsb atau termasuk hal-hal yang diluar kehendak kita yang diluar kemampuan manusia, menyebabkan mundurnya atau dibatalkannya trip ini maka akan dibicarakan secara musyawarah.
4. Jika ada Force Majeure, dan hasil musyawarah adalah pembatalan trip, maka uang akan dikembalikan kecuali uang untuk transportasi.

[/tg_accordion]

[tg_accordion title=”PERLENGKAPAN” icon=”” close=”1″]

1. Carrier / daypack
1. Pakaian ganti & trekking
2. Jaket
3. Sepatu outdoor / sandal trekking
4. Pakaian ganti
5. Headlamp / senter dan baterai cadangannya
6. Sarung tangan
7. Kaos kaki
8. Kupluk / topi / slayer
9. Obat-obatan pribadi
10. Masker
11. Kartu identitas (KTP / SIM / KTM / Kartu Pelajar, dll)

[/tg_accordion]

[tg_accordion title=”PENDAFTARAN” icon=”” close=”1″]

Silahkan pilih tanggal open trip sesuai dengan rencana perjalanan Anda di bawah ini:
* 30 Maret-1 April 2018
* 27-29 April 2018
* 25-27 Mei 2018
* 6-8 Juli 2018
* 31 Agustus-2 September 2018
* 5-7 Oktober 2018
* 2-4 November 2018
* 30 November-2 Desember 2018
* Jadwal lain, request by private trip

Kalau mau gabung bisa kontak :
Arga Tyas Asmoro : SMS/Whatsapp 087886861176 / BBM 5AAEDD96
Andri Septian : SMS/Whatsapp 081210155375 / BBM 763821AD
Kemudian isi formulir pendaftaran sebelum melakukan pembayaran.

[/tg_accordion]
[tg_promo_box title=”Have your moment here!” border=”#b63327″ shadow=”1″ button_text=”BOOK NOW” button_url=”http://goo.gl/forms/t73VXvuG6k”][/tg_promo_box]

Add Friend

2 Replies to “[OPEN TRIP] Jejalah Dataran Tinggi Dieng 2018”

  1. Saya ikut min, untuk 2 orang masih bisa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *